CNN RIAU.COM , Dumai, 26 September 2026 — Tim inovasi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai melalui Gugus RT-Prove Rocker 4.0 berhasil meraih predikat Excellent dalam ajang International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2026 yang berlangsung pada 14–16 September 2026 di The Berkeley Hotel, Bangkok, Thailand. Capaian tersebut menjadi pengakuan internasional atas inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan keandalan operasi Kilang Dumai.
RT-Prove Rocker 4.0 mengusung inovasi berjudul “Meningkatkan Kehandalan Operasional Unit Hydrocracker 211/212 Terkait Hydrogen Availability melalui Rekonfigurasi Katalis dan Rekayasa Alternatif Feed Gas Unit Hydrogen Plant di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.” Inovasi ini berfokus pada peningkatan keandalan ketersediaan hidrogen bagi operasi Hydrocracker Unit (HCU) 211/212 melalui rekonfigurasi katalis dan rekayasa alternatif umpan gas pada Hydrogen Plant.
HCU merupakan unit yang berfungsi untuk mengolah fraksi hidrokarbon berat menjadi produk bernilai lebih tinggi dengan memanfaatkan gas hidrogen dan katalis. Oleh karena itu, ketersediaan gas hidrogen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan, stabilitas, dan keandalan operasi kilang.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan perolehan predikat Excellence pada ajang IQPC 2026 merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi Perwira Pertamina di tingkat internasional sekaligus mencerminkan bahwa budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terus diperkuat melalui program-program pendampingan dan coaching program dari bagian Quality Management–Human Capital Perusahaan.
“Bagi kami inovasi tidak hanya menjadi budaya, tapi kebutuhan sebagai solusi untuk menjawab dinamika tantangan operasi kilang. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi lainnya yang mendukung keandalan operasi yang efisien dan optimal dalam upaya menjaga ketahanan energi , sekaligus memberikan nilai tambah bagi Perusahaan dan berdaya saing global ,” ujar Iwan.
.
Ajang International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2026 mengusung tema “Driving Resilience And Sustainable Organizational Excellence”, kompetisi internasional ini mempertemukan tim inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan proyek peningkatan mutu dan produktivitas berbasis continuous improvement.
Gugus RT-Prove Rocker 4.0 difasilitasi oleh Achmad Amrizal Fauzi dengan diketuai oleh Hadhiansyah Ilhami serta digawangi oleh anggota tim lainnya Muchammad Ravi, Amar Firmansyah, Saeful Sampe, Sendy Pujiatmoko, Ichsan F., dan Rayi Wibawa Yuda.
Ketua Gugus RT-Prove Rocker 4.0, Hadhiansyah Ilhami, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses kolaboratif dalam menjawab tantangan operasional melalui inovasi yang terukur. “Predikat Excellent di IQPC 2026 merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari identifikasi permasalahan, pengembangan solusi, hingga pembuktian hasil inovasi. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan perbaikan yang memberikan dampak nyata terhadap keandalan operasi kilang,” ujar Hadhiansyah Ilhami.
Keberhasilan Tim Inovasi Kilang Dumai ini juga tidak lepas dari kolaborasi lintas fungsi serta didorong oleh sinergi kuat manajemen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai melalui pembinaan intensif yang memastikan keberlanjutan implementasi inovasi di Perusahaan.
Sementara itu, menurut Manager Human Capital PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Ari Winanto menambahkan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam membangun budaya inovasi di lingkungan Refinery Unit Dumai.
“Kami terus mendorong insan Pertamina untuk melihat setiap tantangan operasional sebagai peluang untuk melakukan perbaikan. RT-Prove Rocker 4.0 menunjukkan bahwa solusi yang lahir dari pemahaman terhadap kondisi lapangan, didukung kolaborasi dan proses perbaikan yang sistematis, dapat berkembang menjadi inovasi yang mampu berkompetisi di tingkat internasional serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” pungkas Ari Winanto.
(Editor :resya)