Pemuda Laksamana Melayu : Banyak Pemuda Tempatan Dumai Menganggur, DPRD dan Pemko Cuma Pandai Pencitraan!

News

Pemuda Laksamana Melayu : Banyak Pemuda Tempatan Dumai Menganggur, DPRD dan Pemko Cuma Pandai Pencitraan!

Selasa, 11 November 2025, November 11, 2025
CNN RIAU, DUMAI  – Di tengah ramainya perusahaan berdiri di Kota Dumai, mirisnya justru semakin banyak pemuda tempatan asli kelahiran Dumai yang menganggur. Baik lulusan sarjana maupun SMA/SMK, banyak yang hanya bisa jadi penonton di tanah kelahiran sendiri.

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dumai seolah menutup mata terhadap tenaga kerja lokal, lebih memilih tenaga dari luar kota, bahkan luar provinsi. Sementara itu, pemerintah dan DPRD Dumai dinilai tidak berani bersuara dan hanya sibuk pencitraan.

Suara keras datang dari Ahmad Aldo Riwaldi, seorang pemuda Laksamana Melayu, Kota Dumai, yang dengan lantang menyuarakan keresahan tersebut.

> “Kita di Dumai ini bukan kekurangan tenaga kerja! Banyak anak tempatan lulusan sarjana, banyak juga yang lulusan SMA/SMK, tapi mereka nganggur! Sementara perusahaan di sini cuma mempekerjakan orang luar. Di mana keberpihakan pemerintah dan DPRD? Jangan cuma pandai tampil pencitraan di media, tapi diam saat rakyat sendiri susah,” tegas Ahmad Aldo Riwaldi dengan nada geram.



Lebih lanjut, Aldo menantang DPRD dan Pemerintah Kota Dumai agar benar-benar berani mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mengabaikan tenaga kerja lokal.

> “Kalau DPRD dan Pemko Dumai memang punya nyali, tunjukkan! Buat aturan tegas dan awasi penerapan tenaga kerja lokal di setiap perusahaan. Tapi kalau tak berani, ya berarti cemen lah!” ujarnya tajam.



Kritikan ini menggambarkan kekecewaan besar masyarakat muda Dumai terhadap lemahnya peran pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak anak tempatan. Di tengah megahnya industri yang bertebaran di setiap sudut kota, banyak pemuda asli Dumai justru tersingkir dari kesempatan kerja di tanah kelahirannya sendiri.

Warga berharap agar suara seperti yang disampaikan Ahmad Aldo tidak lagi diabaikan, dan agar pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat Dumai — bukan sekadar pencitraan untuk kepentingan politik semata.



TerPopuler